Blog Announcement

Indonesiana - Anything about Indonesia
Gadget and Stuff - Gadget review and opinion
Destination Asia - Travel review

I hope you enjoy the new format...

Sunday, May 18, 2008

Daftar Harga BBM sesama negara ASEAN

Akhir-akhir ini, semenjak adanya rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi sekitar 30%, muncul cukup banyak komentar masyarakat dalam berbagai milis di Indonesia mengenai rencana tersebut. Salah satu topik komentar ialah perbandingan harga BBM (dalam konteks ini maksudnya harga bensin Premium) dengan negara tetangga (ASEAN) dan dengan negara penghasil minyak lainnya (OPEC).



Banyak masyarakat yang beranggapan bahwa Indonesia sebagai negara penghasil minyak seharusnya mampu menjual BBM dengan harga murah sebagai mana negara-negara OPEC lainnya. Sayangnya banyak yang tidak menyadari bahwa kondisi ekonomi Indonesia tidaklah sama dengan negara-negara lain.



Sebelum membahas negara OPEC, marilah kita melongok ke negara-negara ASEAN dahulu.





Table 1. ASEAN Fuel Price 2006


*GTZ Germany Report, Nov 2006 data, www.gtz.de
**ASEAN data 2007, www.aseansec.org


Data di atas ialah data per bulan November tahun 2006. Kita bisa melihat bahwa di antara negara-negara utama ASEAN (yaitu selain Kamboja, Laos dan Myanmar), Indonesia berada pada urutan ke tiga termurah setelah Brunei dan Malaysia, sementara Singapura berada pada posisi terakhir. Brunei ialah negara penghasil minyak dengan GDP per kapita 31,000 USD lebih besar 16x lipat dari GDP per kapita Indonesia tentulah mampu memberi 1.7x lebih banyak subsidi BBM untuk penduduknya yang jumlahnya hanya 0.002 penduduk Indonesia. Sementara Malaysia, meskipun ekspor utamanya ialah produk elektronik (56% dari total ekspor) namun GDP-nya 3.6x dari Indonesia, sehingga mampu menjual BBM 7% lebih murah kepada penduduknya yang hanya 0.1 dari jumlah penduduk Indonesia.



Jumlah penduduk berbanding lurus dengan jumlah konsumsi BBM, maka semakin banyak penduduknya maka semakin besar pula subsidi BBM yang harus disediakan negara tersebut. Sedangkan GDP mencerminkan penghasilan/kekayaan dari suatu negara, oleh karena itu logikanya ialah negara dengan GDP rendah akan kesulitan untuk memberikan subsidi BBM apalagi jika jumlah konsumsi BBM dalam negeri tersebut tinggi. Subsidi tersebut tentunya akan mengurangi bujet negara untuk pendidikan, kesehatan dan perumahan.



Kita bisa melihat dari tabel di atas bahwa Indonesia ialah negara dengan GDP 0.2x dari GDP rata-rata ASEAN (terendah ke tiga di ASEAN setelah Vietnam dan Philippine, selain Kamboja, Laos dan Myanmar yang tidak ditampilkan dalam tabel di atas) dengan jumlah penduduk 10x lipat dari rata-rata negara ASEAN menjual BBM 0.9x dari harga rata-rata di ASEAN. Rasanya cukup berat...



Selain Brunei dan Malaysia, semua menjual BBM lebih mahal dari Indonesia.

No comments:

Tukeran Blog link Yuk! Tulis alamat Blog mu di Buku Tamu (kolom sebelah kanan) kalau kita sependapat, maka Situs Blog mu akan dicantumkan di halaman ini.